Bandung, Soundrenaline kembali digelar. Untuk tahun 2005, ajang musik tahunan yang didukung sederet musisi papan atas Indonesia ini digelar di lima kota, yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Sebenarnya kurang tepat juga bagi penyelenggara untuk menyebut Bandung sebagai kota tujuan.
Mengapa? Karena lokasi penyelenggaraannya bukanlah Bandung, melainkan Cimahi. Tepatnya di Lapangan Brigif 15 Kujang II. Bagi masyarakat Bandung, mereka harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit untuk sampai di area dengan luas 3 hektar dan berdampingan dengan jalan tol Padalarang-Pasteur ini.
Seakan tak mau rugi untuk membeli tiket, beberapa mobil yang tengah melintas di jalan tol pun memutuskan untuk berhenti. Mereka curi-curi dengar suara musisi yang main di atas panggung dengan kekuatan listrik 200 ribu watt itu.
Soundrenaline Bandung yang berlangsung Minggu (7/8/2005) dimulai pukul 12.00 WIB. Band pendatang baru Sunset diberi kehormatan untuk membuka acara ini.
Setelah itu, musisi-musisi top secara berurutan menghibur penonton yang jumlahnya tak kurang dari 50 ribu. Ada Seurieus, Melly Goeslaw, Koil, Tere, Maliq & D'Essentials, Melanie Subono dan Audy yang berusaha menggoyang arena sampai sebelum break Magrib.
Sekitar pukul 18.30 WIB, Glenn Fredly naik ke atas panggung. Nyong Ambon yang dikenal melankolis itu tampil agak berbeda. Ia membawakan lagu "Bebas" yang dipopulerkan rapper kondang Iwa K. Penonton pun asyik jejingkrakan.
Usai Glenn, giliran Pas Band pasang aksi. Band asal Bandung ini sukses memanaskan penonton dengan tembang-tembang andalannya seperti "Malam Tetap Malam", "Jengah", "Impresi" dan "Persib".
Sebagai pemanis, Pas menggandeng Nicky Astria. Bersama wanita yang kerap dijuluki lady rocker ini, Pas membawakan "Getir" dan "Cinta di Kota Tua".
Semakin larut, musisi yang dihadirkan semakin "ganas", yaitu Cokelat, Peterpan, Naif dan Slank. Mereka ditempatkan di ujung acara agar semangat penonton bisa terus terpompa untuk tetap berdiri di depan panggung.
Dari segi jumlah penonton dan keamanan, Soundrenaline Bandung bisa dibilang sukses. Para musisi yang sanggup menerbitkan senyum di wajah penonton juga menambah prestasi ajang yang disponsori produsen rokok ini. Namun sayang, tema "Reborn Republic" yang diusung dirasa tak sampai ke penonton. Nyaris tak ada pesan agar para penonton "mengubah" hidupnya jadi lebih baik lagi.
"Tema-tema berat yang diambil cenderung hanya untuk kepentingan komersil. Tidak ada persiapan yang cukup supaya tema tersebut memang benar sampai ke penonton. Tidak ada 'pidato' atau lagu khusus yang dibuat untuk mendukung tema tersebut," ujar Bens Leo, pengamat musik, saat ditemui detikhot di tempat acara.
Bens berpesan agar ke depannya, para penyelenggara lebih selektif memilih tema acara. "Pilih tema yang gampang. Nggak usah yang berat-berat. Nggak usah bicara politik. Pilih saja yang gampang, tapi sampai ke penonton."
Slank adalah satu-satunya band yang terlihat siap mendukung tema "Reborn Republic". Band asal Gang Potlot ini mengaku telah menyeleksi lagu-lagu mana yang dikira pas dengan tema acara.
"Kami milihin lagu-lagu yang bernuansa perubahan. Karena acara ini juga menjelang 60 tahun kemerdekaan Indonesia, kami berharap penonton juga merasakan kemerdekaan itu. Kemerdekaan dari hal-hal buruk," tutur drummer Slank, Bimbim.
Menyatukan Berbagai Aliran Musik Bandung (07/08/05)
kapan lagi Bandung diramaikan oleh sederetan musisi papan atas?
Jawabannya adalah waktu A Mild Live Soundrenaline 2003.
Panasnya udara Bandung rupanya nggak menghalangi antusiasme barudak Bandung yang sudah mulai berdatangan sejak pintu dibuka pada jam 11:00 siang. Sederetan musisi pendatang baru Indonesia yang juga manggung di A Mild Live Soundrenaline 2005 tampil cukup memukau, seperti halnya grup asal Solo, Sunset yang jadi band pembuka di panggung Simpati dengan membawakan salah satu lagu andalan mereka di album pertama, Hormati Wanitamu. Selain menyuguhkan kemampuan musik yang prima, beberapa pendatang baru juga menyuguhkan penampilan visual yang sangat menarik. Seperti yang dilakukan grup PHB (Pelita Harapan Bangsa) yang berani tampil beda dengan menampilkan beberapa dancer bergaya tahun 80-an di awal penampilan mereka. Selain itu grup ini juga menawarkan lagu yang cukup unik dengan memadukan instrument gendang dengan judul lagu yang juga terbilang atraktif.
Konser musik A Mild Live Soundrenaline di Bandung juga berhasil membuktikan bahwasannya A Mild Live Soundrenaline tidak hanya diminati music maniacs pecinta aliran musik rock saja, tetapi diminati oleh music maniacs dari berbagai aliran musik. Ini bisa dilihat dari penampilan kelompok musik baru yang kebetulan beraliran ‘Neo-Soul’, Maliq n d’Essentials yang cukup menarik perhatian para music maniacs. Rupanya penampilan kelompok yang menghadirkan Angga sebagai lead vocal serta Indah dan Dimi sebagai backing vocal bisa memanaskan acara pada hari itu.
Serunya pagelaran pada hari itu juga diakui oleh Melly Goeslaw yang dalam salah satu lagunya tampil duet dengan Evan. Melly merasa penampilannya di hadapan music maniacs Bandung kali ini mendapatkan respon lebih besar dari sebelumnya. Hal ini berhasil memompa semangatnya, karena sebelumnya Melly dalam keadaan kurang sehat. Menurut Melly lagi, selama ini music maniacs Bandung dianggap kurang memberi applaus pada para musisi karena Bandung merupakan kotanya para musisi, sehingga siapapun yang manggung harus berusaha lebih keras untuk tampil beda dan dapat respon yang bagus.
Seperti halnya Palembang, penyelenggaraan A Mild Live Soundrenaline di Bandung juga menganugrahi penghargaan untuk artis/pendatang baru terbaik pilihan media. Kalau di Palembang, artis pendatang baru terbaik jatuh pada Musi River Boys, di Bandung penghargaan ini jatuh pada grup PHB.
update : 13/08/05